SEMAR UI

SEMAR UI

Share

Photos 18/12/2019

[SEMUA KAWAN DIUNDANG!]

Apa yang dirasakan oleh warga Tamansari, bisa saja dirasakan oleh kita sewaktu-waktu. Atas nama pembangunan, pemerintah bisa saja meratakan rumah serta kampung kita kapan saja.

Oleh karena itu, kami mengundang kawan-kawan untuk hadir dalam acara diskusi yang bertemakan 'Hak Atas Kota'.
Hari / Tanggal : Kamis, 19 Desember 2019
Waktu : 17.00-20.00 WIB
Tempat : Selasar Gedung C FISIP UI
Dalam diskusi tersebut akan membahas tentang penggusuran yang dialami oleh warga Tamansari, juga membicarakan tentang corak pembangunan Neo-Liberal yang berdampak pada situasi seperti sekarang. Dalam proses pembangunan kota pun, rakyat sebagai pemegang kedaulatan memiliki hak atas pembangunan kotanya.
Selain diskusi, juga diadakan screening film 'Halo-Halo Bandung' sekaligus penggalangan dana solidaritas untuk warga Tamansari.

Kami tunggu kehadiran kawan-kawan semua!

Photos from SEMAR UI's post 28/11/2019

Ia adalah Luthfi, Kawan kami,
yang keberaniannya bagaikan api, yang terus akan menyala dan tak akan pernah mati.

Luthfi yang direnggut kemerkedaannya,
hanya karna dituduh subversif dan melempari penjaga negara,
lalu kami ingin bertanya, Tuan dan Nyonya belajar logika sudah sampai mana?

Tulisan kami mengenai kasus hukum yang tengah menjerat Luthfi ini merupakan bentuk analisis kontekstual atas sebab-sebab hal ini bisa terjadi. Tak luput bahwa simbol merupakan unsur terpenting dalam menghadirkan sebuah wacana yang memiliki makna yang terkadang bersifat otoritatif.
Maka dari itu kami menyatakan sikap atas kasus yang menjerat Luthfi.
Selengkapnya bisa diakses: http://bit.do/SikapUntukLuthfi
Atau klik link di bio!

Photos 07/11/2019

Transaksi belanja daring (online) di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Terdapat beberapa kategori pelaku ekonomi yang terlibat di dalam toko daring di media sosial (TDMS), salahsatunya adalah mereka yang memiliki TDMS dan merekrut pekerja serta bekerja sama dengan pihak lain seperti konveksi garmen rumahan. Dari luar, bisnis ini sepertinya mudah dikerjakan, namun fleksibilitas dalam toko online menyembunyikan masalah besar.

Pekerja perempuan toko online atau TDMS berada di dalam kondisi kerja yang penuh kerentanan; mereka bekerja dengan jam kerja yang panjang dan tidak memiliki standar upah. kondisi yang penuh kerentanan ini juga disebabkan karena kerja mereka tidak diakui sebagai kerja dalam arti sesungguhnya. kesadaran ini muncul karena pada dasarnya kerja reproduksi sosial di rumah tangga tidak pernah diakui sebagai kerja. Karena kerja reproduksi sosial di dalam rumah tangga tidak dianggap sungguhan, maka kerja-kerja reproduktif lainnya –termasuk kerja reproduktif di dalam TDMS– juga tidak diakui sebagai kerja sungguhan. Karena itu p**a hak-hak pekerja dalam bisnis online cenderung diabaikan.

Perlu adanya peraturan untuk melindungi pekerja perempuan TDMS, dan perlu dibangun kesadaran para perempuan untuk meningkatkan posisi tawar dan perlindungan pada diri mereka sendiri.
Para pekerja toko daring sendiri juga perlu mulai mengorganisir diri dan membentuk serikat pekerja. Di Amerika Serikat, para pekerja perusahaan toko daring Amazon sudah mulai mengorganisir diri untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai pekerja.

Selengkapnya silahkan klik: https://www.google.com/amp/s/theconversation.com/amp/di-balik-toko-online-ada-kerja-perempuan-yang-terabaikan-126030

Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization in Depok?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address

Depok