Demak Hari Ini
Fanspage : www.facebook.com/demakhariini
Twitter : www.twitter.com/demakhariini
Instagram : www.instagram.com/demakhariini.grup
Youtube : https://goo.gl/ceG3VN
31/05/2026
Masa tanam buah semangka sudah dimulai di Desa Tempuran, Kecamatan Demak, 26/5/2026. Setelah menyelesaikan panen padi musim tanam (MT) kedua, para petani di wilayah tersebut mulai kembali mengolah lahan pertanian untuk ditanami berbagai komoditas, seperti kacang hijau dan semangka.
Aktivitas para petani terlihat sibuk sejak pagi hari. Sebagian petani membersihkan sisa jerami padi, menggemburkan tanah, membuat bedengan, hingga mulai menanam benih semangka yang diperkirakan menjadi salah satu komoditas unggulan pada musim tanam tahun ini.
Kabupaten Demak selama ini dikenal sebagai daerah penghasil jambu air dan belimbing. Namun dalam beberapa tahun terakhir, buah semangka mulai menjadi salah satu hasil pertanian yang cukup diperhitungkan di Jawa Tengah karena kualitas buahnya yang baik dan permintaan pasar yang terus meningkat.
Salah seorang petani sekaligus pemilik lahan di Desa Tempuran, Salimun, mengaku optimistis musim tanam kali ini dapat menghasilkan panen yang melimpah.
Ia berharap kondisi cuaca mendukung serta tanaman terhindar dari serangan hama maupun penyakit yang sering menjadi kendala bagi petani.
“Semoga tahun ini hasil semangkanya bagus, panennya melimpah, dan tidak ada hama ataupun penyakit tanaman,” ujar Salimun saat ditemui di lokasi penanaman.
Menurutnya, tanaman semangka menjadi pilihan banyak petani karena masa panennya relatif singkat dan memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan dibandingkan beberapa tanaman palawija lainnya.
Meski demikian, perawatan tanaman semangka membutuhkan ketelatenan dan biaya yang tidak sedikit, mulai dari proses pengolahan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama.
Dimulainya musim tanam semangka juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah sekitar.
Netizen mengeluhkan tarif parkir di acara Grebeg Besar Demak yang dipatok Rp10 ribu dan dianggap terlalu mahal. Namun di sisi lain, pihak juru parkir menilai tarif tersebut masih wajar. Bahkan menurut tukang parkir, momen seperti ini dianggap “mremo” atau ramai penghasilan hanya terjadi satu hari saja saat acara berlangsung. Perbedaan pendapat ini pun menuai beragam komentar dari warga di media sosial.
Via vt/fitroharief13
Click here to claim your Sponsored Listing.