Alwi Rahmat
Menyucikan najis besar dengan sabun
Bolehkah "Najis Berat" (Mughalladzah) Disucikan Pakai Sabun?
Dalam madzhab Syafi'i ada istilah najis Mughalladzah. Yakni najisnya anjing (berdasarkan hadis di bawah) dan babi (berdasarkan Qiyas/ disamakan dengan anjing).
Mughalladzah ini berdasarkan hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا شَرِبَ الكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سبعا»
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Jika anjing minum dalam wadah kalian maka basuhlah 7 kali" (HR Bukhari)
Penjelasan lebih detail terdapat dalam hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بالتراب»
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Wadah kalian bisa suci jika diminum oleh anjing adalah dengan dibasuh 7 kali, (salah) satu basuhan (dicampur) dengan tanah" (HR Muslim)
Apakah harus dengan tanah? Bagaimana dengan sabun maupun deterjen (seperti mama lemon, mama genit dan mama muda)? Ada sebuah pendapat yang membolehkan:
(ﻭاﻷﻇﻬﺮ ﺗﻴﻘﻦ اﻟﺘﺮاﺏ) ﺟﻤﻌﺎ ﺑﻴﻦ ﻧﻮﻋﻲ اﻟﻄﻬﻮﺭ، ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﻻ، ﻭﻳﻘﻮﻡ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﻘﺎﻣﻪ ﻛﺎﻷﺷﻨﺎﻥ ﻭاﻟﺼﺎﺑﻮﻥ
"Pendapat yang kuat adalah benar-benar menggunakan tanah, sebagai upaya menggunakan 2 alat bersuci (air dan tanah). Pendapat kedua boleh dengan selain tanah seperti kayu Asynan (di Arab) dan Sabun" (Al-Mahalli, Syarah Minhaj, 1/84)
Meskipun ini pendapat dlaif dalam madzhab Syafi'i namun boleh diamalkan khususnya saat darurat. Misalnya, menjadi dokter spesialis hewan yang menangani anjing sakit, atau yang pernah dialami oleh pekerja Muslim di tempat kerjanya bersentuhan dengan hewan tersebut setiap hari dan tidak mungkin alat-alat masaknya dibasuh dengan tanah, atau petugas keamanan yang ditugasi bekerja dengan anjing pelacak
Date. : 30 Oktober 2019
Ustazd Fadhil Lc
Qalbun (hati) terbagi tiga:
1. Qalbun mayyiz (hati yang mati)
Hati yang mati di sebabkan
1. Durhaka kepada orang tua.
2. Durhaka kepada guru.
3. Sering memakan harta yang haram.
2. Qalbun maridh (hati yang berpenyakit).
Hati yang mati dan berpenyakit ditakutkan mati dalam keadaan tidak selamat iman Na’uzubillah.
3. Qalbun shalim.
Yaitu hati yang sejahtera hati hati yang selamat, hati yang selalu di dambakan oleh orang orang yang beriman.
19/11/2019
GURU
Langkah kakimu mulai melambat.
Raut mu pun kian mengerut.
Usiamu yang semakin lanjut.
Namun, engkaulah pemberi paling setia,
Tiap akar ilmu yang engkau punya.
Kesetianmu sembari memberi nasehat,
Moga menjadi bekal kekal terpahat.
Wahai insan yang terkasih, Guru.
Tanpa kehadiranmu, entah lorong mana aku berdamping,
entah selokan jijik mana aku terbaring.
Mungkin di jalan hitam diri ini berkelana.
Sesat di jurang kelam tak tau arah kemana.
Lebih pedih sepanjang hidup bersaksi durjana.
Dan pergi diri ini untuk dihina.
Guru..
Kalimah ajarmu pencetus paradigma baru,
agar hidup ini tak kian buntu.
Hatimu yang terlalu lembut tersebabkan diri ini cukup setia mengabdi.
Jerih payahmu sungguh terbalas pada rabbil ‘Izzati.
Semoga ilmu yang engkau hidangkan kelak
berbuah bahagia kekal abadi.
Salam penuh kasih sayang. Guru.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Aceh
24356